Cikal Bakal Berdirinya Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia
Raden Totong Kiemdarto Adalah Putra Bungsu Dari RM.Soekiman Prawiro Suwiryo Dan RA.Supanti Pada Tahun 1964 Raden Totong Kiemdarto Memulai Perjalanan Spiritualnya Untuk Mendalami Ilmu Agama Islam Dengan Masuk Di Salah Satu Pondok Pesantren Kholil al-Bangkalani Yang Berada Di Pulau Madura,Jawa Timur Hingga Beberapa Waktu Kemudian Pada Tahun 1967 Raden Totong Kiemdarto Berpindah Ke Salah Satu Pondok Pesantren Yang Ada Di Banyuwangi,Jawa Timur Hingga Beberapa Waktu Kemudian Tahun 1970 Raden Totong Kiemdarto Mendapatkan Amanat Dari Guru Spiritualnya Untuk Melanjutkan Menimba Ilmu Agama Di Salah Satu Pondok Pesantren Yang Ada Di Jawa Tengah Sesuai Arahan Sang Guru Raden Totong Kiemdarto Mulai Masuk Pondok Pesantren Yang Ada Di Jawa Tengah Tak Berhenti Di Situ Pada Tahun 1974 Raden Totong Kiemdarto Melanjutkan Perjalananya Menuju Ke Wilayah Barat Hingga Pada Saat Memasuki Wilayah Pedesaan Cirebon Raden Totong Kiemdarto Bertemu Dengan Syaikhina Toha Seorang Ulama Besar Pengasuh Pondok Pesantren TAHFIDZUL QURAN SYAIKHONA TOHA ASFARI DAWAR Yang Juga Terkenal Sebagai Ahli Ilmu Kebatinan Dan Pesilat Handal,Langkah Perjalanan Raden Totong Kiemdarto Terhenti Di Sini Dan Memulai Mendalami ilmu Kebatianan Bersama Staikhina Toha Hingga Beberapa Tahun Kemudian Pada Tahun 1976 Raden Totong Kiemdarto Kembali Melanjutkan Perjalananya Menuju Ke Arah Barat Pada Saat Langkah Kakinya Memasuki Wilayah Perkampungan Gunung Panenjoan,Tasikmalaya,Jawa Barat Raden Totong Kiemdarto Bertemu Dengan KH.Amilin Abdul Jabbar Pengasuh Salah Satu Pondok Pesantren Di Pedesaan Pinggiran Tasikmalaya Kemudian Raden Totong Kiemdarto Mulai Mempelajari Berbagai Jurus Silat Dan Ilmu Al-Hikmah Bersama KH.Amilin Abdul Kabar Dari Hasil Pertemuanya Raden Totong Kiemdarto Mendapat Beberapa Pelajaran Ilmu Spiritual Kelas Tinggi. Kemudian Pada Tahun 1977 Raden Totong Kiemdarto Melanjutkan Perjalananya Menuju Arah Barat Hingga Memasuki Wilayah Banten Ujung Barat Pulau Jawa Di Tanah Banten Raden Totong Kiemdarto Bertemu Dengan Syaikhina Khirom Ulama Besar Yang Juga Terkenal Sebagai Guru Nya Para Guru Ilmu Kebatinan Dan Ahli Silat Berawal Dari Pertemuan Ini Raden Totong Kiemdarto Mulai Belajar Ilmu Kebatinan Bersama Syaikhina Kirom Hingga Sampai Tahun 1979 Di Rasa Sudah Cukup Dalam Menimba Ilmu Raden Totong Kiemdarto Pulang Ke Rumah Kediamannya Madiun,Jawa Timur Selain Mendalami Ilmu-ilmu Kelas Tinggi Raden Totong Kiemdarto Juga Gemar Mempelajari, Menciptakan Banyak Gerakan Silat Dengan Beberapa Tokoh Ber Etnis Tionghoa Yang Tinggal Di Indonesia Kemudian Tepat Pada 15 Januari 1980 Untuk Menjaga Kelestarian Ilmu-Ilmu-Nya. Kemudian Raden Totong Kiemdarto Mendirikan Sebuah Perguruan Silat Dengan Nama IKS.PI Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia [7] Pada tahun 1982, beberapa murid angkatan pertama dan kedua mulai mengembangkan ajaran perguruan, Awalnya Perguruan ini Hanya berkembang Di Dalam Karisidenan Madiun,,.[8] Seiring berkembangnya perguruan, IKS.PI Pada Tahun 1983 diberi tambahan nama Kera Sakti karena masyarakat saat itu lebih mengenal jurus keranya daripada nama perguruannya. Waktu Demi Waktu Perguruan ini Terus Berkembang tidak hanya di dalam Karisidenan Madiun Saja Tapi Juga Mulai Berkembang di Daerah-Daerah Luar Madiun. Sehingga IKSPI Kera Sakti Yang Dulunya Merupakan Perguruan Kecil Di Madiun Kini Berubah Menjadi Organisasi Besar Yang Memiliki Jutaan Anggota Warga Yang Tersebar Di Seluruh Plosok Daerah Indonesia.Serta Memiliki Cabang Di Luar Negeri [9]
Motto dan Falsafah
Motto
Keempat Penjuru Kita Mencari Saudara,
Tapi Bila Ada Musuh Pantang Tunduk Kepala.[10]
Falsafah
Warga IKS Dapat Patah Tangannya,Dapat Pula Patah Kakinya
Tetapi Tidak Dapat Ditaklukkan
selama tidak patah IKS-nya.[11]
Ketua Dari Masa Ke Masa
Sejak Awal Berdirinya Tahun 15.Januari.1980 IKS.PI Kera Sakti Awalnya Di Pimpin Langsung Oleh Raden Totong Kiemdarto Selaku Guru Besar Perguruan. Selama Kepemimpinannya Raden Totong Kiemdarto Telah Mengadakan Beberapa MUBES Tahunan Yang Di Hadiri Para Pengurus Cabang Dari Berbagai Daerah/Kabupaten. Dan Hasil Dari MUBES Tersebut Raden Totong Kiemdarto Menunjuk Beberapa Warga Tingkat III Kala Itu Salah Satu Di Antaranya Adalah Beliau Kang Mas Drs.Bambang Sunarja Sebagai Ketua Harian Pusat IKS.PI Kera Sakti Pusat Madiun Dan Beberapa Tingkat III Lainya. Kepemimpinan Raden Totong Kiemdarto Terus Berjalan Hingga Sampai Pada Tahun 1997 Tepatnya Tanggal 21.Desember.1997 Raden Totong Kiemdarto Kembali Mengadakan MUBES Di Kota Madiun Dan Tak Di Sangka Tahun Tersebut Merupakan Tahun Terakhir Raden Totong Kiemdarto Mengadakan MUBES Sekaligus Memimpin IKS.PI Kera Sakti Karena Tepat Pada Tanggal 23.Desember.1997 Raden Totong Kiemdarto Mengalami Sakit Dan Sempat Di Rawat Beberapa Hari Di Salah Satu Rumah Sakit Yang Ada Di Kabupaten Madiun Dan Pada Tanggal 24.Desember.1997 Malam Raden Totong Kiemdarto Yang Merupakan Seorang Figur,Yang Menjadi Tauladan Para Warga/Pendekar IKSPI Kera Sakti Berpulang Ke Rahmatullah. Setelah Kepergian Sang Guru Besar Rasa Duka Yang Mendalam Masih Di Rasakan Oleh Para Pengurus Pusat Dan Beberapa Masyarakat Sekitaran Kediaman Beliau Yang Mengakibatkan Segala Aktivitas IKSPI Kera Sakti Sempat Terhenti Hingga Beberapa Waktu. Setelah Beberpa Dekade Jajaran Pengurus Pusat Kembali Melaksanakan MUBES Yang Pertama Kali Setelah Di Tinggal Sang Guru Besar Pada MBES Itu Di Hadiri Para Pengurus Daerah Pengda Serta Para Pengurus Cabang Kabupaten,Kemudian Dari Hasil MUBES Tahun 1997 Setelah Guru Besar Berpulang Secara SAH Tongkat Kepemimpinan Beralih Kepada Kang Mas Drs.Bambang Sunarja.[12] Hingga Saat Ini K.R.A.T. Drs. H. Bambang Sunarja, M.A., Menjabat Sebagai Ketua Umum IKS.PI Kera Sakti Berkat perjuangan beliau beserta jajaran Pengurus Pusat Padepokan Hingga Kini Menjadikan IKSPI Kera Sakti Dari Sebuah Perguruan Kecil Menjadi Organisasi Pencak Silat Terbesar Di Indonesia Dengan Anggota/Warga Mencapai 10,5 Juta Jiwa Yang Tersebar Di Berbagai Pelosok Negeri Dan Luar Negeri[13]